Indonesian's Radio


What if?  

Posted by Dave Darmawan

Bisnis Bersama
Merintis bisnis bersama pasangan memiliki risiko sama besar dengan membangun usaha bersama sahabat. Jika bisnis tersebut gagal, maka hubungan personal yang Anda miliki juga terancam kandas. Dibutuhkan perhitungan matang serta kedewasaan bersikap apabila Anda ingin menuai sukses, baik dalam bisnis maupun kehidupan percintaan sekaligus.
What if:
Sama seperti ketika hendak memiliki properti bersama, buatlah perjanjian hitam di atas putih bermaterai atau di depan notaris mengenai status kepemilikan usaha. "Sebelum mulai berbisnis, sepakati terlebih dahulu detail-detail mengenai pembagian tugas dan keuntungan di antara Anda berdua," kata Verauli.

Mencicil Rumah/Apartemen
Pembelian properti yang menggunakan dana patungan urusannya akan jauh lebih rumit ketimbang memiliki tabungan bersama. Pasalnya, apabila hubungan Anda kandas dan rumah atau apartemen tersebut terpaksa dibagi dua, nilai yang harus dihitung tidak berhenti pada hitungan rupiahnya. Ada aspek emosional yang terlibat di dalamnya. Terlebih, bila salah satu atau kedua belah pihak telah mencurahkan waktu, tenaga, dan biaya untuk melakukan renovasi. Menjual properti juga bukan urusan mudah karena melibatkan banyak pihak dan prosesnya butuh waktu relatif lama.
What if:
Buatlah perjanjian hitam di atas putih menggunakan materai (agar punya kekutatan hukum) mengenai status kepemilikan properti. Atur pula mengenai siapa yang bertanggung jawab membayar sisa cicilan dan segala biaya administrasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengangkat Anak
Ada hal-hal yang sebaiknya hanya dilakukan para selebriti dan tak sepatutnya dicontoh orang kebanyakan seperti kita. Ok, Angelina Jolie dan Brad Pitt memang sukses membesarkan Maddox, Sahara, dan Pax, anak angkat mereka, bersama-sama. Namun, bukan berarti Anda dan kekasih bisa melakukan hal serupa. Terlebih, ada berlapis-lapis urusan administrasi yang tak mudah dilalui apabila Anda tetap ingin mengangkat anak bersama pasangan.
What if:
Pikirkan lagi berkali-kali niat Anda dan pasangan untuk mengangkat anak. Pasalnya, keputusan ini bukan hanya melibatkan Anda berdua. Namun, juga seorang makhluk mungil yang tidak tahu apa-apa. Jika ingin membantu orang lain, Anda bisa ikut program orang tua asuh atau program sejenis yang membantu menyantuni anak-anak kurang mampu.

Tidur Bersama
Kalau tidur bersamanya di rumah masing-masing sih boleh-boleh saja. Menurut Verauli, melakukan kegiatan intim sebelum menikah berisiko tinggi bagi kedua belah pihak. Pasalnya, melakukan kontak fisik dengan seseorang bisa menciptakan perasaan bahwa Anda memiliki hubungan emosional yang amat dekat dengannya. "Padahal, perasaan itu hanya ilusi sebab kedekatan hubungan secara emosional yang sebenarnya hanya bisa diciptakan melalui sharing pengalaman dan pengenalan terhadap diri masing-masing," ujar Verauli.
What if:
Bersikap kreatif dan rencanakan kegiatan seru yang bisa Anda lakukan bersama kekasih. Masih ada banyak hal yang bisa Anda nikmati bersama selain mengeksplorasi tubuh masing-masing, bukan?

This entry was posted on Senin, Januari 19, 2009 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 comments