Indonesian's Radio
Sudah muncul wacana yang berasal dari ulama Jawa Timur bahwa Facebook diharamkan. Tentunya wacana ini agak mengagetkan para Facebooker di tanah air. Namun sebenarnya kita harus bisa intropeksi diri mengapa wacana ini bisa muncul.
.jpg)
5.Facebook juga dapat membuat obesitas merajalela. Karena memang tidak mengasikkan jika tidak sambil ngemil.
pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...
Kita semua menjawab kepada Tuhan dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup!
Life is a gift
Live it...
Enjoy it...
Celebrate it...
And fulfill it.
Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya....
It's true you don't know what you've got until it's gone
(Kamu tidak tahu apa yang telah kamu dapatkan sampai semua hal itu lenyap)
but it's also true You don't know what you've been missing until it arrives!!!
(Kamu tidak tahu apa yang telah hilang dalam hidupmu sampai sesuatu itu datang kepadamu)
(Anonim)
By Rinny Kamil
Large monsters, named Ogoh-Ogoh, made from bamboo and other materials, symbolize the evil spirits that one can encounter in life. On the day before Nyepi, the Balinese new year (usually in March), these monsters are carried around in the villages and cities in a spectacular carnival, and finally burned as a way of exorcising evil.Many people, and specially the youth of Bali, find great fun in creating the Ogoh Ogoh, and the carnival is enjoyed by all. Here a few panoramas of Ogoh Ogoh I found on the street Jl Diponogoro Denpasar Bali (25th March 2009). Actualy., the goverment of bali just call out that no carnival for this year because together with campaign of legislatif general election. I think the carnival of Ogoh- Ogoh is part of religius ritual and have to do, and goverment support to protect from political parties who became its event as event for campaign them party.
of Nyepi day in Bali, Indpnesia. Ogoh-ogoh normally have form of mythological beings, mostly demons. As with many creative endeavours based on Balinese Hinduism, the creation of Ogoh-ogoh represents spiritual aims inspired by Hindu philosophy.The main purpose of the making of Ogoh-ogoh is the purification of the natural environment of any spiritual pollutants emitted from the activities of living beings (especially humans). The forms of Ogoh-ogoh represent the Bhuta-Kala (Bhuta: eternal energy, Kala: eternal time), according to Hindu teachings.
By Baron Sriwijaya
Setiap kali membaca buku baru, saya selalu ingin share pada banyak orang. Tapi masalahnya....kesempatannya yg jarang ada.Liburan ini saya punya 2 buku baru, Last Lecture yg sedang dalam proses dibaca, dan Galaksi Kinanthi. Galaksi Kinanthi saya baca duluan...dan baru selesai dalam dua hari...karena disambil ini itu dan kesini kesitu.
Ini resensi kecil2an saya tentang Galaksi Kinanthi.
Buku ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Kinanthi, anak kampung Gunung Kidul dari keluarga miskin yg dijual orangtuanya sendiri untuk dijadikan PRT, yang kemudian membawanya menjadi PRT dari mulai Jedah, Kuwait sampai Amerika. Di Amerika ia mendapatkan beasiswa (instead of di deportasi karena kasus imigrasinya) sehingga menjadi professor terkenal. Nah, waktu di kampungnya dulu, ia punya seorang teman dekat laki-laki, yang ia puja dan rindukan hingga berbelas tahun kemudian…sampai ia menjadi professor dan mencarinya kembali ke kampungnya Gunung Kidul itu.
Menurut saya secara singkatnya ini adalah buku romans atau cerita cinta. Untuk sebuah cerita cinta...kisah ini lumayan fresh, membawa suasana baru pada apa yg disebut cinta sejati. Hanya saja buku ini dibumbui cerita lain seperti kisah TKW Indonesia yang mengenaskan dan keseharian serta ritual masyarakat sederhana Gunung Kidul.
Kisah TKW nya sendiri sangat mengharukan, mengagetkan (walaupun itu bukan cerita baru bagi pemerhati masalah perempuan atau perdagangan perempuan). Ceritanya mengingatkan saya akan pengalaman perjalanan saya dari Hongkong beberapa tahun yang lalu. Di airport HK saya bertemu dengan seorang TKW yang bekerja di Taiwan. Dia mengira saya juga sesama TKW (mungkin karena saya berjilbab), sehingga dia banyak cerita dan memaksa duduk di sebelah saya di pesawat menuju Jakarta. Sesampainya di Cengkareng…tiba-tiba seorang petugas menarik dia keluar dari antrean dan menyuruhnya masuk ke sebuah ruangan tersendiri. Terpikir oleh saya…apa yg diminta petugas itu? Kenapa dia harus menjalani pemeriksaan khusus, berbeda dengan penumpang lain yang bukan TKW? Saya menyesal (sampai sekarang) kenapa saya tidak mencari tahu nasibnya lebih lanjut…. Dalam hati saya menyalahkan diri sendiri, katanya saya peduli pada masalah perempuan…tapi kok tidak bertindak apapun untuk teman TKW saya itu…?? Tapi kisah teman saya itu belum apa2 dibanding kisah Kinanthi dalam buku itu.
Selain itu dalam buku ada kisah tentang masyarakat sederhana di Gunung Kidul yang juga menarik, karena untuk saya kisah2 dari sebuah masyarakat dengan cara berpikir dan cara hidup mereka memang selalu menarik untuk dipahami. Bagaimana mereka menjalani ritual agama mereka, memaknai agama mereka dan bagaimana mereka berpikir tentang sesama mereka diantara keterbatasan mereka.
Tapi saya merasa, dalam buku itu….kisah perdagangan perempuan (TKW) yang dialami Kinanthi dan kisah masyarakat Gunung Kidul itu terlepas dari konteks keseluruhan kisah cinta dalam buku itu. Jadi seperti hanya ditempelkan saja, sebagai ilustrasi. Ya sekedar latar belakang saja…yang malah jadi kurang menyatu dengan kisah cintanya yang indah itu. Padahal katanya kisah ini diambil dari kisah nyata atau paling tidak diilhami oleh sebuah kisah nyata. Kalau ia berdasarkan kisah nyata…harusnya bisa lebih melekat dan menyatu dengan penokohan Kinanthi.
Seperti misalnya…dalam buku, tidak dijelaskan betul…bagaimana transformasi Kinanthi..dari seorang TKW yang diperdagangkan, menjadi seorang professor dalam usia muda yg brilian dan terkenal. Memang Kinanthi pintar…itu sudah digambarkan dalam buku, tapi untuk menjadi professor muda, di Amerika (yang kuliahnya dengan pengantar bahasa Inggris), di bidang kedokteran…..bukan sesuatu yang mudah. Dan itu tidak dijelaskan dalam buku, bagaimana caranya…. Seolah-olah seperti hadiah saja, untuk kesengsaraan Kinanthi sebelumnya. Transformasi sikap dan perilaku juga tidak tergambar jelas….bagaimana Kinanthi tumbuh menjadi orang yang mengaku muslim tapi tidak menjalankan agamanya. Apakah ada pengaruh dari masa lalunya yang miskin, atau traumanya karena ia diperdagangkan di negara2 muslim….tidak jelas. Tidak juga jelas bagaimana kultur dan kebiasaan masyarakat Gunung Kidul itu mempengaruhi lebih lanjut karakter dan sifat Kinanthi.
Hal yang juga menggantung dan tidak jelas adalah….stigma bahwa Kinanthi terkena kutukan perempuan Lawuean…seperti ibunya, yang menyebabkan dua temannya mati. Tapi stigma itu tidak berlanjut…dan hanya meninggalkan tanya pada pembaca….jadi apa itu perempuan Laweuan…dan kenapa harus dibuat sangat tragis…teman2 yang dekat dengan Kinanthi harus mati? Tapi kenapa kemudian teman editornya, Miranda yang membantunya menterjemahkan dan Ajuj…tidak mati?
Mungkin memang tidak adil…saya membandingkan buku ini dengan bukunya Fauziyah Kasinja…seorang Nigeria yang menjadi korban Female Genital Mutilation…lalu melarikan diri ke Amerika dan akhirnya melalui peradilan Amerka dinyatakan bebas serta mendapatkan suaka. Dalam buku Fauziyah Kasinja…berjudul Do They Hear You when You Cry…yang memang berasal dari kisah nyata….digambarkan jelas bagaimana proses peradilan Amerika, termasuk pembelaannya…sehingga dari kasus keimigrasian akhirnya Fauziyah mendapatkan suaka ke Amerika. Dan itu…untuk seorang yang bergelut dengan hukum seperti saya….jadi sangat menarik, melihat argumen2 yang sangat mencerdaskan muncul dalam buku.
Nah…hal itu tidak tampak dalam buku Galaksi Kinanthi. Rasanya hampir too good to be true….dalam kasus keimigrasian seperti yang dialami Kinanthi…keputusannya adalah memberikan beasiswa dan tunjangan hidup kepada Kinanthi, tanpa syarat apapun, tanpa argument apapun. Hm…..agak kurang memuaskan untuk orang yang tahu dan ingin tahu lebih banyak tentang hokum.
Well…paling gak buku ini not bad untuk kisah cintanya dan kisah perdagangan perempuannya. Selebihnya….at least ada hiburan untuk saya di long week end ini.
By Niken Savitri
Beberapa sempat saya tangkap dan karena sedang melankolis, saya hubungkan dengan arti cinta.Seorang siswa SMP menuntun adiknya yang berseragam SD menyeberang jalan dan mengantarkan adiknya hingga ke gerbang. Sebuah mobil mewah berhenti di seberang jalan, seorang ibu duduk di kursi penumpang. Anaknya turun bersama dengan sang supir dan mengelendot manja kepada pak supir sambil berbincang akrab memasuki gerbang sekolah. Seorang siswa SMA turun dari angkot yang dinaiki bersama dengan guru atau pegawai tata usaha sekolahnya, tanpa menoleh dia langsung membayar pada supir angkot dan ngeloyor bapak guru/pegawai tata usaha itu tanpa berpamitan atau menyapa lagi. Lalu yg membuat trenyuh...seorang bapak (usia sekitar 30-40 an) dengan vespa tuanya memboncengkan anak remajanya yg berseragam SMP. Si anak turun dari motor dan langsung sibuk dengan rambutnya yg kusut karena helm, tanpa menoleh lagi kepada bapaknya langsung memasuki sekolah. Si bapak dengan wajah kagum, bangga dan cinta memandang hingga anaknya jauh, masuk ke dalam sekolah.
Ah...berbagai perasaan melanda saya. Ternyata cinta banyak wujudnya. Bisa berupa seorang kakak terhadap adiknya, bisa cinta supir kepada anak majikannya, bisa seorang bapak kepada anak gadisnya... Apakah ibu yg hanya duduk di mobil itu cinta kepada anaknya...pastinya iya, dan kita gak pernah tau apa alasannya dia tidak turun dan mencium anaknya atau sekedar melambaikan tangan. Itu bukan bukti dia tidak mencintai anaknya. Siswa SMA yg acuh terhadap gurunya..bukan berarti tidak cinta atau tidak hormat, mungkin takut atau segan atau malu.
Saya mengingat kembali cinta dua arah antara saya dan anak saya, apakah dia memandang cinta saya seperti saya merasakannya..? Apakah dia tau betapa saya jatuh cinta kepadanya sejak pandangan pertama di rumah sakit bersalin beberapa belas tahun yang lalu? Mungkin dia juga terkadang ragu...karena saya sering mewujudkannya dalam marah2 saya, dalam cerewet saya, dalam kekhawatiran yang berlebihan (lebai...katanya). Tapi semoga cinta selalu dapat dimaknai dalam olehnya dan oleh orang-orang yang saya lihat pagi itu...Bukan sekedar perilaku, tapi apa yang terkandung di baliknya...
By Niken Savitri
Siang sebelum Bahtiar berkunjung ke rumah temannya, sang teman baru saja mengirim sejumlah uang ke ibunya di kampung. Ibunya sangat membutuhkan uang tersebut, namun sebenarnya ia sendiri juga sama butuhnya. Kecintaannya pada sang ibu dan keyakinannya akan rezeki yang kelak ia peroleh kembali ketika mengutamakan kepentingan orang lain, terlebih ibunya sendiri membuat ia mengirimkan hampir seluruh uang yang ia punya saat itu juga. Ia pun hanya menyisakan beberapa rupiah untuknya & keluarganya.
Segitu lamanya Bahtiar tidak bertemu dg kawannya, nyaris ia lupa akan janjinya itu. Sesaat setelah ia teringat, diputuskannya untuk segera menemui temannya sore itu juga, khawatir terlupa lagi.
Lama tak bertemu, 2 sahabat itu terlihat akrab bercerita, tertawa tentang masa lalu & hal-hal mengesankan yang pernah mereka lalui bersama. Keriangan suasana yang tercipta mampu menutupi Gundah di hati sang teman yang terus berpikir bagaimana mendapatkan uang untuk makan anak istrinya esok hari. Bahtiar pun tak pernah berpikir ia tengah dalam kesulitan sore itu. Dari senyum dan caranya berbicara juga tertawa, tak tersirat sedikitpun masalah di matanya.
Hingga magrib menjelang, kawan saya pamit pulang. Sebelumnya, ia mengeluarkan sebuah amplop berisi uang, “ Kamu ingat kan dulu saya pernah berjanji untuk ini?” hanya kata itu yang keluar. Dan tangan gemetar sang teman dibarengi rasa syukur teramat dalam tak mampu menolak pemberian sahabatnya itu. Tambah sebaris lagi keyakinannya akan janji Allah.
Saya selalu percaya dengan 1 hal, bahwa tidak ada “kebetulan” dalam setiap langkah kehidupan kita. Bertemu dengan orang tiba-tiba, dipecat dari pekerjaan, mendapat pekerjaan, memperoleh Rezeki, mengalami kecelakaan, ditipu orang puluhan juta, dimusuhi keluarga istri/suami, orang tua pembohong, tetangga penjudi, teman penzinah, mengalami kecelakaan walau kita telah mengantisipasi serta hati-hati, semuanya adalah rencana Allah yang sudah tertulis untuk tiap Individu.
Contoh nyata dalam hidup yang di sekitar kita: apakah kita telah merencanakan & mendesain dengan seksama, sewaktu kita pindah rumah ingin memiliki nomor sekian, sebelah rumah kiri saya harus Direktur, sebelah kanan rumah saya Dokter, Pak RT nya harus bernama “pak Adil” dan lain sebagainya, pernahkah kita berpikir “ Siapa yang telah Menempatkan kita seperti itu?” Apakah kita pernah & mau untuk berpikir mengenai itu?.
Sering kita berkata, ..“ Kebetulan sekali, Kebetulan nih kita temuan” dan lain sebagainya.
Begitu mudahnya Allah membuat suatu Rancangan dan Rencana yang tidak pernah kita sadari dan syukuri. Bahtiar punya Rencana dan dilaksanakan adalah sudah kehendak dari rencana Allah. Bahtiar melanjutkan ceritanya, bahwa malamnya ia peroleh sms dari temannya menyertakan ucapan terima kasih dari istri dan anaknya.
Keesokan harinya, Bahtiar menerima telepon dari rekanan kerjanya bahwa ia memperoleh hadiah khusus dari perusahaan penyelenggara promosi, adakah yang bisa menjelaskan? Ketika Bahtiar memperoleh “Jumlah” hadiahnya sama persis dengan total pemberian Uang untuk ibunya + temannya sampai pecahan terkecil. Adakah yang berani mengatakan bahwa kejadian ini suatu kebetulan?
By Arief Amirharyanto
Di tengah krisis ekonomi global ini, ada pula pengusaha yang hanya melakukan konsolidasi usaha ke dalam perusahaan mereka masing-masing.Namun, ada juga kelompok usaha yang justru melakukan ekspansi agar sudah siap manakala perekonomian sudah benar-benar menggeliat kembali. Langkah terakhir ini banyak dilakukan pimpinan puncak dan perusahaan yang bergerak di sektor ritel.Untuk sebagian industri yang berorientasi ekspor, krisis global memang telah menghantam usaha mereka. Akan tetapi, pelaku usaha Indonesia umumnya mampu bertahan dalam menghadapi krisis karena sudah memiliki pengalaman menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1998. Sebenarnya yang kini dilanda krisis ekonomi adalah negara Amerika Serikat dan Eropa.Perekonomian Indonesia tahun ini diperkirakan masih akan tumbuh positif di level 4 hingga 5 persen. Kondisi makroekonomi dan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa merupakan modal dasar bagi negara kita untuk bisa bertahan menghadapi krisis global. Sektor properti termasuk yang terus bergerak di tengah krisis global dan tahun politik kali ini.
Kegiatan pembangunan proyek properti komersial maupun proyek perumahan tetap berjalan meskipun agak tersendat sehingga sebagian proyek perumahan menunda proses penyerahan kepada konsumen. Berbeda dengan di Amerika, di Indonesia harga tanah dan rumah tidak pernah turun. Di Negeri Paman Sam, yang menjadi episentrum krisis global, perbankan terpaksa menjual aset properti yang sebelumnya dibiayai dengan kredit, dengan harga yang sangat murah.
Instrumen investasiDi Indonesia, sektor properti termasuk salah satu instrumen investasi utama di samping emas. Tersendatnya penjualan produk properti akhir-akhir ini lebih dikarenakan pemilik uang cenderung mengalihkan dananya kepada instrumen investasi lain, antara lain pada produk deposito, menyusul adanya penawaran suku bunga tinggi dari bank- bank tertentu.Sementara bagi konsumen properti yang termasuk kategori end user (pemakai akhir),masalah yang dihadapi sekarang adalah sulitnya memperoleh KPR dari perbankan karena masih tingginya suku bunga. Kelompok masyarakat ini umumnya rentan dengan pergerakan suku bunga KPR sehingga mereka terpaksa menunda pembelian rumah.Di sisi lain, jika melihat program pembangunan 1.000 menara rumah susun sederhana milik (rusunami), kini program tersebut terbentur pada miskoordinasi antara pemerintah pusat dan pemda. Di Jakarta, misalnya, Pemda DKI terpaksa menyegel salah satu proyek rusunami di daerah Kalibata karena belum dilengkapi izin mendirikan bangunan.Tampaknya, tujuan ideal pembangunan rusunami yang digagas pemerintah pusat belum diikuti dengan petunjuk yang jelas dan konkret bagi semua pihak. Tidak hanya menyangkut soal perizinan, pembeli rusunami yang awalnya ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada kenyataannya banyak golongan masyarakat mampu yang "memborong" rusunami untuk tujuan investasi.Karena itu, pemerintahan mendatang melalui Menteri Negara Perumahan Rakyat harus bisa mengoreksi berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program pembangunan perumahan yang selama ini berjalan. Keberadaan Menpera mendatang sebaiknya tidak sekadar pelengkap penderita dari jajaran kabinet pemerintah, tetapi benar-benar bisa berfungsi sebagaimana seharusnya dan mempunyai wewenang yang lebih besar.
Lebih dari itu, pemerintahan baru nanti sebaiknya bisa menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi peningkatan investasi di sektor properti karena industri itu bisa menampung banyak tenaga kerja dan melibatkan puluhan sektor usaha lainnya yang terkait. Pemerintah mendatang harus mampu menjadikan Indonesia sebagai surga bagi investasi di sektor properti.Salah satu contoh yang bisa dilakukan untuk itu,misalnya membuka kesempatan bagi orang-orang asing untuk berinvestasi di sektor properti komersial dengan aturan yang jelas dan pasti. Pemerintah baru nanti harus bisa menyusun instrumen kebijakan tersebut sekaligus bisa dibuat kebijakan subsidi silang bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan tempat tinggal.Jika investasi asing di pasar uang dan pasar modal bisa keluar masuk dengan cepat dan mudah,di sektor properti hal itu tidak bisa dilakukan dengan gampang.Investor asing yang akan membenamkan dananya di sektor properti niscaya harus memiliki horizon investasi untuk jangka panjang sehingga keputusan yang diambilnya pasti dan berkelanjutan.Dengan dibukanya sektor properti bagi investor asing,diyakini perekonomian Indonesia akan menggeliat lebih cepat,sementara jumlah orang yang bekerja di sektor konstruksi akan bertambah lebih banyak lagi. Tidak hanya itu, multiplier effect-nya juga akan tercipta secara otomatis termasuk bagi kegiatan usaha di sektor informal. Jika hal itu bisa dilakukan, tidak mustahil Indonesia akan menjadi macan properti di Asia. Semoga.
Kompas,30 April 2009
Oleh Tjahja Gunawan
disadur dari Facebook Notes Tjahja Gunawan
Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.
Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.
Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
************ ********* **
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi.. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. "Bismillah.. ." ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu.
Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.
Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.
" Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
"Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu
itu.."
Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.
"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...!?"
Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.
"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan..., jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak...."
************ ********* *
Wuahh..., entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.
Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!
Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata
hatinya.
Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya..Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.
Kiriman Ruli Hairul Handiman via email at Mailing List SMANSA 84
An aeroplane was about to crash, there were 5 passengers on board and only 4 parachutes.
The 1st passenger said, I am Kobe Bryant, the best NBA basketball player, the Lakers need me. I can't afford to die; so he took the first parachute and jumped out.
The 2nd passenger, Hilary Clinton, said, I am the wife of the former President of the USA, and NY Senator and a potential future president; So she took the second parachute and jumped.
The 3rd passenger was George W. Bush, said, I am the President of the USA. I have great responsibility being the leader of a super-power nation and I am the CLEVEREST president in American history, so American people will not let me die. So he grabbed the pack next to him and jumped out of the plane.
The 4th passenger was the Pope who said to the 5th passenger, a 10 year old school girl, I am old and frail and don't have many years left and as a Catholic I will sacrifice my life and let you have the last parachute.
The girl said, that's okay, there is a parachute left for you.
America's CLEVEREST president has taken my schoolbag ....
Kiriman Syamsu Rizal via Email at SMANSA 84
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment,beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia .Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.Silahkan baca dan dihayati.
Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu". dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku ... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan
keadaanya seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya,tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian )adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"
Kiriman dari SYamsu Rizal via email at Mailing List SMANSA 84
INDONESIA : Anak Tiri
MALAYSIA : Anak Percume
INDONESIA : Toilet
MALAYSIA : Bilik Termenung
INDONESIA : Narkoba
MALAYSIA : Dadah
INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa (Masya Allah)
INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi
INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin
INDONESIA : Pasukan bubar jalan !!!
MALAYSIA : Pasukan cerai berai !!!
INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi (Aduh, please deh)
INDONESIA: rumah sakit bersalin
MALAYSIA: hospital korban lelaki (ada benernya juga sih hehe)
INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA: talipon bimbit
INDONESIA : Pasukan terjun payung
MALAYSIA : Aska begayut
INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan
INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam
INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah
INDONESIA : gratis ngobrol 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit (emang percuma, gak ada manfaatnya)
INDONESIA: tidak bisa
MALAYSIA: tak boleh
INDONESIA: WC
MALAYSIA: tandas
INDONESIA: Satpam
MALAYSIA: Penunggu Maling
INDONESIA: Aduk
MALAYSIA : Kacau
INDONESIA: Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar (hihihihi kok bisa?)
INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan
INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar
INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan negara
INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk
INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan
INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku
INDONESIA : joystik
MALAYSIA : batang senang (wah gawat nih, interpretasinya bisa lain)
INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA: Petang telentang (emang bisa tidur sambil telen tang, telen
baut aja susah)
INDONESIA : ONANI
MALAYSIA : Tarik - Dorong Kelamin (ampunilah dosa-dosa mereka)
INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam
INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan
INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam
INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut
INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar (diambil dari cara baca tulisan Tyre dalam English)
INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh
INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk
INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual
INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat
INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar
INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal
INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan
INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok (walah, mau dong berseronok ria)
INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang
INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila
INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : dokter gila (hahahahaha ancur abis!)
INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : pintu kecemasan (cape deh)
INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus
Kiriman Ari Ahmad Nugraha via email at Mailing List SMANSA 84
Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Namun demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam,tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya,seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja,satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka(sudah menjadi aturan direstoran disini,jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan
tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuatsaya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu
menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan
terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku!" Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambiltersenyum.
Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.
Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliahdengan 'cerita' iniditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepadadosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengancara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswayang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya....."Tersenyum lah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku,anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA
Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi darikehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu.Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman,akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka,hewan itu tetap harus berusaha untuk bisa mendapatkannya(apalagi manusia... harus terus berusaha).
Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.
Kiriman Giant1@telkom.co.id via email at Mailing List SMANSA 84
Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit - (pukul 6 sore besoknya, Ingrid meninggal). Dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque. Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini. Hanya membutuhkan satu menit untuk membaca ini.
Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan tersebut, dia bisa membalikkan pengaruh stroke.... secara total! Dia mengatakan bahwa triknya adalah mengenali dan mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan, yang sebenarnya merupakan hal yang sulit.
MENGENALI STROKE
Puji syukur kepada yang Maha Pencipta atas indera yang dapat mengingat TIGA hal berikut.Baca dan pelajarilah!
Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali.Sayangnya,kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian, gagal mengenali gejala-gejala stroke.
Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini:
1. Minta orang tersebut untuk
TERSENYUM.
2. Minta orang tersebut untuk
MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
3. Minta orang tersebut untuk
MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA
(yang masuk akal), contoh: "Hari ini cerah." Blablabla... .
Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.
Seorang kardiolog berkata kalau setiap orang yang mendapatkan e-mail ini mengirimkannya kembali ke 10 orang, kau bisa bertaruh bahwa setidaknya satu nyawa akan diselamatkan
Jadilah seorang sahabat dan bagikan artikel ini dengan sebanyak mungkin ke temanmu, kau bisa saja menyelamatkan nyawa mereka.
Kiriman dari Ruli Hairul via Email at mailing List SMANSA 84
Subject: Problems with my new computer
Dear Mr. Bill Gates,
We have bought a computer for our home and we have found some Problems, which I want to bring to your notice :
1. There is a button 'start' but there is no 'stop' button. We request you to check this.
2. We find there is 'Run' in the menu. One of my friends clicked 'run' he ran up to Amritsar ! So, we request you to change that to 'sit', so that we can click that by sitting.
3. One doubt is whether any 're-scooter' is available in system? I find only 're-cycle', but I own a scooter at my home.
4. There is 'Find' button but it is not working properly. My wife lost the door key and we tried a lot trace the key with this ' find' button, but was unable to trace. Please rectify this problem.
5. My child learnt 'Microsoft word' now he wants to learn 'Microsoft sentence', so when you will provide that?
6. I brought computer, CPU, mouse and keyboard, but there is only one icon which shows 'MY Computer': when you will provide the remaining items?
7. It is surprising that windows says 'MY Pictures' but there is noteven a single photo of mine. So when will you keep my photo in that.
8. There is 'MICROSOFT OFFICE' what about 'MICROSOFT HOME' since I use the PC at home only..
9. You provided 'My Recent Documents'. When you will provide 'My Past Documents'?
10. You provide 'My Network Places'. For God 's sake please do not provide 'My Secret Places'. I do not want to let my wife know where I go after my office hours.
Regards,
Banta Singh
Last one from me to Mr Bill Gates :
Sir, how is it that your name is Gates but u are selling WINDOWS
Kiriman Eka Zahra via Email at Mailing List SMANSA 84
Profile
- SMANSA 84
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- Base Camp at RMHR, Jl.Supratman - Bandung
84's Interactive
Songs Download
- DMC - Terima Kasih.mp3
- Harry Roesli - Jangan Menangis Indonesia.mp3
- Ruli Hairul - Bubuka.mp3
- Ruli Hairul - Hayang jiga Brecker.mp3
- Ruli Hairul - Hymne SMAN 1 Bandung(Jazz Version).mp3
- Ruli Hairul - Hymne SMAN 1 Bandung(sad Version).mp3
- Ruli Hairul - Hymne SMAN 1 Bandung.mp3
- Ruli Hairul - It's oke to be dead.mp3
- Ruli Hairul - Kebo Jiro.mp3
- Trio Rio - I still in love with you.mp3
- Vangelis&Jon Anderson - Deborah.mp3
Label
Page Translator
Archives
-
▼
2009
(39)
-
▼
Mei
(23)
- Harry Roesli - Jangan Menangis Indonesia
- Alasan Fatwa haram Facebook
- TITIK API - Rumah Musik Harry Roesli
- Sebelum Kau Mengeluh
- Ogoh Ogoh
- Galaksi Kinanthi, menurut saya...
- Makna Cinta di Pagi Hari
- Perhitungan Manusia
- SEKTOR PROPERTI MASIH MENGGELIAT DI TAHUN POLITIK
- Facebook Bisa Dongkrak Produktivitas
- Menampar!
- Meaning Words,Vol.1
- Clever US President
- Meaning Words,vol.2
- *MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebua...
- Meaning Words,vol.3
- Alangkah Indahnya bahasa Indonesiaku
- Meaning Words,vol.4
- Senyum
- Meaning Words,vol 5
- Gejala Stroke
- Letter is from Banta Singh of Punjab to Mr. Bill G...
- Hhmm....
-
▼
Mei
(23)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)






















.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

