Indonesian's Radio


Galaksi Kinanthi, menurut saya...  

Posted by SMANSA 84

Setiap kali membaca buku baru, saya selalu ingin share pada banyak orang. Tapi masalahnya....kesempatannya yg jarang ada.Liburan ini saya punya 2 buku baru, Last Lecture yg sedang dalam proses dibaca, dan Galaksi Kinanthi. Galaksi Kinanthi saya baca duluan...dan baru selesai dalam dua hari...karena disambil ini itu dan kesini kesitu.


Ini resensi kecil2an saya tentang Galaksi Kinanthi.
Buku ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Kinanthi, anak kampung Gunung Kidul dari keluarga miskin yg dijual orangtuanya sendiri untuk dijadikan PRT, yang kemudian membawanya menjadi PRT dari mulai Jedah, Kuwait sampai Amerika. Di Amerika ia mendapatkan beasiswa (instead of di deportasi karena kasus imigrasinya) sehingga menjadi professor terkenal. Nah, waktu di kampungnya dulu, ia punya seorang teman dekat laki-laki, yang ia puja dan rindukan hingga berbelas tahun kemudian…sampai ia menjadi professor dan mencarinya kembali ke kampungnya Gunung Kidul itu.

Menurut saya secara singkatnya ini adalah buku romans atau cerita cinta. Untuk sebuah cerita cinta...kisah ini lumayan fresh, membawa suasana baru pada apa yg disebut cinta sejati. Hanya saja buku ini dibumbui cerita lain seperti kisah TKW Indonesia yang mengenaskan dan keseharian serta ritual masyarakat sederhana Gunung Kidul.

Kisah TKW nya sendiri sangat mengharukan, mengagetkan (walaupun itu bukan cerita baru bagi pemerhati masalah perempuan atau perdagangan perempuan). Ceritanya mengingatkan saya akan pengalaman perjalanan saya dari Hongkong beberapa tahun yang lalu. Di airport HK saya bertemu dengan seorang TKW yang bekerja di Taiwan. Dia mengira saya juga sesama TKW (mungkin karena saya berjilbab), sehingga dia banyak cerita dan memaksa duduk di sebelah saya di pesawat menuju Jakarta. Sesampainya di Cengkareng…tiba-tiba seorang petugas menarik dia keluar dari antrean dan menyuruhnya masuk ke sebuah ruangan tersendiri. Terpikir oleh saya…apa yg diminta petugas itu? Kenapa dia harus menjalani pemeriksaan khusus, berbeda dengan penumpang lain yang bukan TKW? Saya menyesal (sampai sekarang) kenapa saya tidak mencari tahu nasibnya lebih lanjut…. Dalam hati saya menyalahkan diri sendiri, katanya saya peduli pada masalah perempuan…tapi kok tidak bertindak apapun untuk teman TKW saya itu…?? Tapi kisah teman saya itu belum apa2 dibanding kisah Kinanthi dalam buku itu.

Selain itu dalam buku ada kisah tentang masyarakat sederhana di Gunung Kidul yang juga menarik, karena untuk saya kisah2 dari sebuah masyarakat dengan cara berpikir dan cara hidup mereka memang selalu menarik untuk dipahami. Bagaimana mereka menjalani ritual agama mereka, memaknai agama mereka dan bagaimana mereka berpikir tentang sesama mereka diantara keterbatasan mereka.

Tapi saya merasa, dalam buku itu….kisah perdagangan perempuan (TKW) yang dialami Kinanthi dan kisah masyarakat Gunung Kidul itu terlepas dari konteks keseluruhan kisah cinta dalam buku itu. Jadi seperti hanya ditempelkan saja, sebagai ilustrasi. Ya sekedar latar belakang saja…yang malah jadi kurang menyatu dengan kisah cintanya yang indah itu. Padahal katanya kisah ini diambil dari kisah nyata atau paling tidak diilhami oleh sebuah kisah nyata. Kalau ia berdasarkan kisah nyata…harusnya bisa lebih melekat dan menyatu dengan penokohan Kinanthi.

Seperti misalnya…dalam buku, tidak dijelaskan betul…bagaimana transformasi Kinanthi..dari seorang TKW yang diperdagangkan, menjadi seorang professor dalam usia muda yg brilian dan terkenal. Memang Kinanthi pintar…itu sudah digambarkan dalam buku, tapi untuk menjadi professor muda, di Amerika (yang kuliahnya dengan pengantar bahasa Inggris), di bidang kedokteran…..bukan sesuatu yang mudah. Dan itu tidak dijelaskan dalam buku, bagaimana caranya…. Seolah-olah seperti hadiah saja, untuk kesengsaraan Kinanthi sebelumnya. Transformasi sikap dan perilaku juga tidak tergambar jelas….bagaimana Kinanthi tumbuh menjadi orang yang mengaku muslim tapi tidak menjalankan agamanya. Apakah ada pengaruh dari masa lalunya yang miskin, atau traumanya karena ia diperdagangkan di negara2 muslim….tidak jelas. Tidak juga jelas bagaimana kultur dan kebiasaan masyarakat Gunung Kidul itu mempengaruhi lebih lanjut karakter dan sifat Kinanthi.

Hal yang juga menggantung dan tidak jelas adalah….stigma bahwa Kinanthi terkena kutukan perempuan Lawuean…seperti ibunya, yang menyebabkan dua temannya mati. Tapi stigma itu tidak berlanjut…dan hanya meninggalkan tanya pada pembaca….jadi apa itu perempuan Laweuan…dan kenapa harus dibuat sangat tragis…teman2 yang dekat dengan Kinanthi harus mati? Tapi kenapa kemudian teman editornya, Miranda yang membantunya menterjemahkan dan Ajuj…tidak mati?

Mungkin memang tidak adil…saya membandingkan buku ini dengan bukunya Fauziyah Kasinja…seorang Nigeria yang menjadi korban Female Genital Mutilation…lalu melarikan diri ke Amerika dan akhirnya melalui peradilan Amerka dinyatakan bebas serta mendapatkan suaka. Dalam buku Fauziyah Kasinja…berjudul Do They Hear You when You Cry…yang memang berasal dari kisah nyata….digambarkan jelas bagaimana proses peradilan Amerika, termasuk pembelaannya…sehingga dari kasus keimigrasian akhirnya Fauziyah mendapatkan suaka ke Amerika. Dan itu…untuk seorang yang bergelut dengan hukum seperti saya….jadi sangat menarik, melihat argumen2 yang sangat mencerdaskan muncul dalam buku.
Nah…hal itu tidak tampak dalam buku Galaksi Kinanthi. Rasanya hampir too good to be true….dalam kasus keimigrasian seperti yang dialami Kinanthi…keputusannya adalah memberikan beasiswa dan tunjangan hidup kepada Kinanthi, tanpa syarat apapun, tanpa argument apapun. Hm…..agak kurang memuaskan untuk orang yang tahu dan ingin tahu lebih banyak tentang hokum.

Well…paling gak buku ini not bad untuk kisah cintanya dan kisah perdagangan perempuannya. Selebihnya….at least ada hiburan untuk saya di long week end ini.

By Niken Savitri

This entry was posted on Minggu, Mei 24, 2009 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 comments